Friday, 10 June 2011

Kuambil Saat Teduhku

Selamat pagi Tuhan
sekian lama sudah
kutertidur dalam malam

Dinginnya pagi ini membangunkanku
Ku coba terlelap kembali
Tak berhasil juga...
Ada sesuatu yang mengusikku
Apakah itu?
Kata demi kata perlahan lewat dalam benakku
bagaikan untaian puisi
menggambarkan kegundahan hati
mencari sesuatu yang tak pasti

Berpikir kukembali
beberapa hari yang terlewati
ku merasa seorang diri
mencoba berpegang pada sebatang pohon
yang hampir layu di tepi sungai
satu tangan terayun
mencoba menggapai ranting yang lain
berhasil...
namun siapa yang tahu
kalau rnting itu begitu rapuh
kutemukan akar rumput
terlihat begitu kuat
ketika kugenggam erat
tercabutlah rumput itu
sekaligus beserta akarnya

Hilang akal sudah
tinggal satu-satunya harapan
pada pohon layu ditanganku
kutatap dengan memohon
bertahanlah...
hari ini...
atau tak akan ada lagi
waktu untuk melihat hari
kan kusirami engkau
biar tumbuh tunas
dan akar yang kuat
tuk aku bisa berayun

Seakan tersadar dari mimpi panjang
terduduk...
kupejamkan mata ini
dan...
kuambil saat teduhku



unik
Email: unikdl@gmail.com

Wednesday, 8 June 2011

Makna kerinduan

Makna kerinduan/http://pondokrenungan.com/isi.php?tipe=Puisi&table=issi&id=1280


Seorang pemuda keluar
Seorang diri
Berjalan perlahan
Dengan tatapan terbuang

Beberapa langkah dan berhenti
Termenung sejenak
Perlahan berjalan kembali
Dengan berat hati
Sejuta tanda tanya

Dilihatnya bintang
Tertutup awan hitam
Tiada bulan yang diharapkan
Toek jadi penunjuk jalan
Seandainya saja...
Ada sebuah pelita...
Di tepi jalan

Suara sapa terngiang
Dalam angan-angan
Ada sebuah kerinduan
Berdetak menunggu malam
Terkadang...
Membuat tak kenal waktu
Terkadang...
Memberi rasa tak mampu
Dan terkadang...
Semua serasa hampa
Ohhhh...
Rasa ini menghimpitnya

Dalam doa
Dalam mimpinya
Dibisikkan sebuah harapan
Hari ini...
Ingin kebertemu
Dengan-Nya

Tanggal: 09/06/2011
unik
Email: unikdl@gmail.com

Monday, 6 June 2011

Hapuskanlah dan jadikan putih

http://www.pondokrenungan.com/isi.php?tipe=Puisi&table=issi&id=1277


"Sejauh timur dari barat"
Kau melemparkan semua itu

Sebuah lagu berkumandang
Terdengar sayup di kejauhan
Meski ingin kunyanyikan
Bibir ini terkatup
Mata ini pun tertutup
Malam...
Seakan menenggelamkan semua

Batu kecil kukumpulkan
Setiap harinya
Kusimpan di tempatnya
Apakah itu sebuah koleksi?
Ataukah sebuah karya?
Tak terasa semakin berat
Tak terhitung lagi jumlahnya

Terdengar kembali
"Jauh kedalam tubir laut..."
Telinga ini kenapa masih mendengar
Mengapa terusik?
Teringat apa yang sudah lewat
Perjalanan terasa berat
Mengapa?
Kubuka satu demi satu
Ransel bawaanku
Tertuju pada batu batu kecil
Yang selalu kubilang
"Tidak masalah...
Toh cuma kecil..."
Terkumpullah menjadi besar
Menjadi berat dan hitam

Kubiarkan lagu itu
menyentuh kalbuku
"Betapa besar kasih..."
Harusnya kubuang semua
Batu batu bawaanku
Meskipun kecil dan dipandang indah
Karena Kau berjanji
Meskipun hitam...
Kan menghapuskan semua
Dan menjadikan putih


Tanggal: 24/05/2011
unik
Email: unikdl@gmail.com