Thursday, 2 January 2014

Karunia Terindah

 Karunia Terindah // www.pondokrenungan.com

Tangan-tangan kecil menggapai
Memberikan sentuhan pertama
Memecahkan keheningan malam


Dalam hentakan langkah kaki
Seolah berirama
Menjadikan hidup tanpa pilihan
Hanya lukisan diri dan harapan
Kian nyata

Sungai tak lagi terbendung
Kedua tangan tak lagi mampu tengadah
Ingin menggenggam palu
Dan memukul langit
Dengan sekuat tenaga
Sambil berharap
Tuk segera berlalu

Waktu seakan berhenti
Dalam teriakan nyaring tiada batas
Cahaya berpendar
Menyilaukan kegelapan malam
Dalam tagisan sesaat
Diiringi sedu sedan
Dan bahagia...
Selamat datang karunia terindah
Oh...buah hati

Diantara duka

Pagi menjelang
Setelah sekian lama terjaga
Antara duka dan gulana

     Suara erangan itu
     Cermin dari rasa sakit
     Ketika cinta terlepas
     Dari eratnya dunia

Harapan tiada arti
Menyisakan kenangan indah di masa lalu

Tiada bisa disesali
Tak akan bisa diulangi

     Meskipun ingin tetap dipegang erat
     Segala yang ada ditangan
     Meski direnggut dengan paksa
     Menyisakan rasa sakit tiada tara