Wednesday, 16 July 2014

Kedamaian Hati

Bagaikan terhibur
Mendengar suara langkah berpadu
Tidak senada namun seirama
Menjelang pagi

Tiada keengganan
Hanya ketaatan
Berdiam sejenak
Dalam keteduhan

Denyut nadi pun tertata
Menyatu dengan alam

Sesaat kemudian
Berderap mengejar pagi
Mantap...
Dalam keamaian hati

Sunday, 13 July 2014

Team Sukses

Pagi yang sunyi
Terpecahkan tawa
Kala tepuk tangan bergema
Semakin riuh...
Selamat ya....
Anda menang.

Pekik kemenangan pun terdengar
Seakan matahari tidak jadi beranjak
Waktu seakan berhenti
Hanya hari ini...
Detik ini yang ditunggu

Kejujuran
Keluguan
Keteladanan
Semangat
Hanya untuk rakyat

Luar biasa...
Benar-benar nyata dimata mereka
Itulah yang terlihat
Jelas dan tanpa keraguan

Apakah ini karena kinerja mereka
Yang bisa menciptakan nuansa begitu sempurna?
Mengemas permata menjadi berkilau
Ataukah tembaga yang terlihat bagaikan emas?
Atau hanya terbuat dari cat warna?

Selamat...
Team sukses...
Janganlah kau poles dengan permata ataupun emas
Kalau memang bukan demikian
Biarlah nyata adanya.

Saturday, 28 June 2014

Hadir Dalam Kerinduan

Dalam keheningan
Bertabur kabut
Malam...

          Muncullah di hadapan
          Dari sebuah keinginan
          Tuk sekedar menyentuh
          Indahnya kedamaian

Ada keberanian
Mengalahkan segalanya
Rasa takut maupun bimbang
Apakah nyata...atau maya
Atau...
Hanya ilusi belaka

          Ada kesadaran
          Engkau sudah tiada
          Namun tekad sudah bulat
          Menunggu hadirmu bunda
          Di sini...
          Dalam kerinduan


Thursday, 2 January 2014

Karunia Terindah

 Karunia Terindah // www.pondokrenungan.com

Tangan-tangan kecil menggapai
Memberikan sentuhan pertama
Memecahkan keheningan malam


Dalam hentakan langkah kaki
Seolah berirama
Menjadikan hidup tanpa pilihan
Hanya lukisan diri dan harapan
Kian nyata

Sungai tak lagi terbendung
Kedua tangan tak lagi mampu tengadah
Ingin menggenggam palu
Dan memukul langit
Dengan sekuat tenaga
Sambil berharap
Tuk segera berlalu

Waktu seakan berhenti
Dalam teriakan nyaring tiada batas
Cahaya berpendar
Menyilaukan kegelapan malam
Dalam tagisan sesaat
Diiringi sedu sedan
Dan bahagia...
Selamat datang karunia terindah
Oh...buah hati

Diantara duka

Pagi menjelang
Setelah sekian lama terjaga
Antara duka dan gulana

     Suara erangan itu
     Cermin dari rasa sakit
     Ketika cinta terlepas
     Dari eratnya dunia

Harapan tiada arti
Menyisakan kenangan indah di masa lalu

Tiada bisa disesali
Tak akan bisa diulangi

     Meskipun ingin tetap dipegang erat
     Segala yang ada ditangan
     Meski direnggut dengan paksa
     Menyisakan rasa sakit tiada tara