Thursday, 22 December 2011

Bersama pesawatku

Bersama pesawatku/www.pondokrenungan.com

Hentakan kakimu menderu
Menyisakan kabut pekat
Melayang di awan

Mengejar waktu
Pemandangan indah terbentang
Ingin kuambil wajah-wajah
Untuk kuabadikan

Semakin lama semakin kecil
Berubah menjadi awan putih
Dan guratan cahaya
Menjadi batas pelangi

Kau berputar lembut
Seakan ingin terjatuh
Jantungku berdegup
Apakah aku takut?
Kukatakan "Tidak"
Karena Dia bersamaku
Kupandang penuh keindahan
Hingga suatu ketika
Telah tiba waktunya
Mata terkatup.


Tanggal 20/12/2011
Unik D.L.
Email: unikdl@gmail.com

Friday, 16 December 2011

Cita-cita si domba kecil

Cita-cita si domba kecil//www.pondokrenungan.com


Domba kecil berlari...
Menjauh dan menjauh
Dari kawanan domba
Mengapa?
Karena punya cita-cita

Aku ingin menjadi pelukis
Dalam bentangan kanvas ini
Kan kutorehkan tinta emas
'Tuk mengukir namaku
Kan kupoleskan warna merah
Diujung bibir ini
Warna hijau di daun pintu
Warna biru di lautan luas
Warna hitam di gelapnya malam
Warna kelabu di ketinggian
Bertaburkan putihnya awan

Domba kecil bermimpi
Lukisannya dipajang di istana
Berbingkai sutera
Tergantung di dinding menara
Abadi di sana

Domba kecil akhirnya bersuara
Mengagumi lukisannya
Seakan tak seorangpun ada disana
Hanya ada si domba kecil
Dan sang gembala



Tanggal: 11/12/2011
Unik D.L.
Email: unikdl@gmail.com

Sunday, 4 December 2011

Kapan waktunya sampai

Kapan waktunya sampai/www.pondokrenungan.com


Dia berikanku sebuah lilin
Dan sebungkus korek api
Tuk berjalan menuju rumah
Dengan tepukan lembut di bahuku
Dia berpesan padaku
"Pulanglah dan sampai ketemu dirumah
Kuberikan lilin dan korek api sebagi bekal"

Aku tidak tahu jalan pulang
Hanya ada petunjuk
Yang tertutup dalam gelap
Maka kunyalakan lilin
Angin bertiup...
Terkadang pelan dan kadang kencang
Kubuat penutup untuk menjaganya

Perlahan kaki ini melangkah
Banyak bebatuan dan juga lubang
Sering kutersandung
Bahkan jatuh dan berdarah
Aku harus bangun dan berjalan lagi
Bila aku kesepian
Dan takut sendirian
Tiba-tiba dikirimnya teman
Untuk menemaniku dan membantuku

Banyak petunjuk di depan
Dengan semua resikonya
Bebas kumemilih
Dekat maupun jauh
Terjal maupun datar
Tinggi dan rendah
Semua itu pilihan
Tetap bertahan atau menyerah
Juga sebuah pilihan
Namun satu pertanyaanku
Kapan waktunya sampai
Tak seorangpun tahu


Tanggal: 05/12/2011
unikdl
Email: unikdl@gmail.com

Menikmati hari

Menikmati hari/www.pondokrenungan.com


Ada sebuah buku kecil
Tergeletak di lantai
Kelihatan usang
Seakan mengundang
Kuambil...
kubersihkan
Satu menit
Dua menit berlalu
Terhanyut akan sebuah cerita
Seorang anak kecil dan sebuah boneka
Bercanda dan tertawa
Di sebuah rumah kaca
Betapa bahagianya

Sesaat sunyi
Namun bergemuruh dihati
Oh betapa indah
Menjadi anak kecil
Yang lepas bebas
Menikmati hari
Oh bulan
Oh bintang
Sinari malam ini
Agar lebih berarti


Tanggal: 05/12/2011
unikdl
Email: unikdl@gmail.com

Untaian Kata Desember 2011 @KaryaCinta Tweet

♥@unikdl: Gemuruh suaramu memekakkan telingaku,
membuat riuh di dada.
Aku usap lembut dengan harapan tidak berubah menjadi bara api.
(Dec 27, 5:33 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl: Bila terasa panas,
jangan kau sentuh.
Bila terasa dingin,
jangan kau buang.
Berikan sentuhan lembutmu duhai kekasih.
(Dec 27, 5:28 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl: Semerbak harum mewangi bunga melati,
terangkai dalam untaian suci,
melahirkan kabar sukacita bagi sang bumi.
(Dec 26, 4:55 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl Meski mencoba untuk selalu tegar,
jauh di dalam lubuk hati ini,
mencari kasih seorang Ibu, untuk bisa berbagi.
(Dec 22, 3:51 AM via Twitter for BlackBerry®)


♥@unikdl: Pada saat kumelihat senyum manis yang tersungging di bibirmu,
Ibu... ,
serasa sejuk bagaikan aku melihat surga.
(Dec 22, 2:19 AM via Twitter for BlackBerry®)


♥@unikdl: Ada embun di dahimu,
kuusap dengan jari-jariku.
Kupu-kupu mengepakkan sayapnya menyambut datangnya mentari.
(Dec 20, 6:26 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl: Kaki melangkah, dan kuhantam dengan keras,
berharap semua menjadi lepas,
serpihan debu menghapusnya,
lega.
(Dec 20, 6:25 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl Close ~ Semenjak kurasakan cinta,
langit terasa cerah dan semua menjadi indah.
Apakah ini hanya mimpi?
(Dec 15, 11:22 PM via web)


♥@unikdl ~ Satu kata kutuliskan,
seribu beban kulemparkan,
menyatu dalam derap langkah kaki,
berdiri tegap penuh irama.
(Dec 15, 11:18 PM via web)


♥@unikdl ~ Kemanakah kau pergi pangeran cinta?
Apakah tanda mata yang kau sematkan akan terkubur bersama dengan impian?
(Dec 12, 12:09 AM via web)


♥@unikdl ~ Tidak biasa aku untuk tidak menyapamu,
jari ini seakan tidak tahan,
kutuliskan senyuman dan salam kasihku untukmu.
(Dec 08, 10:54 PM via web)


♥@unikdl ~ Ingin aku mendengar suaramu hari ini,
bercerita tentang dua dunia yang terbentang antara kita,
indahnya.
(Dec 08, 4:40 AM via web)

♥ @unikdl ~ Aku bersandar dalam alunan kasihMU yang syahdu,
menenangkan namun tidak memabukkanku.

♥@unikdl ~ Sudah sampai pada suatu perhentian,
aku kan berteduh dan tinggal dalam hatimu.
(Dec 07, 6:19 AM via Twitter for BlackBerry®)


♥@unikdl ~ Jembatan yang begitu panjang,
membentang terhiaskan kabut di siang hari,
menjadi tempat dua pulau bertaut dan saling menyatu.
(Dec 07, 5:26 AM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl ~ Masih terasa berat kaki melangkah,
menyusuri pagi.
kububuhkan tanda di lembaran baru,
sebagai bukti keberadaanku.
(Dec 06, 8:01 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl ~ Satu coretan pena cintamu,
memberikan seribu kekuatan,
untuk bisa membelah gunung,
menggerakkan bulan dan bintang.
(Dec 06, 7:58 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl ~ Selepas hujan sore hari,
kabut malam membelai lembut.
Denting piano menenggelamkan dalam mimpi Tentangmu.
(Dec 06, 7:54 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl ~ Satu coretan pena cintamu,
memberikan seribu kekuatan,
untuk bisa membelah gunung,
menggerakkan bulan dan bintang.
(Dec 06, 3:42 AM via web)


♥@unikdl ~ Seketika terhenyak,
melihat sosokmu di depan mataku.
Dengan gagah melintasi langit biru,
tunggulah diriku di kaki langit.
(Dec 05, 5:34 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl ~ Aku raih bola cintamu,
aku lemparkan tinggi di udara.
Biar sayap-sayap merpati beterbangan
dan menyuapinya dengan lembut.
(Dec 05, 4:04 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl ~ Tatap matamu syahdu seakan menjerat ke dalam pelukan,
bulir-bulir padi yang menguning tertiup angin pun tersenyum melihatnya.
(Dec 04, 10:22 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥ @unikdl ~ Ingin ku urai semua yang berhenti di depan mata,
bolehkah kupinjam pesawat kecilmu,
untuk mengantarku pada sang kekasih.
(Dec 01, 5:05 AM via web)

♥ @unikdl ~ Seketika gelap sudah jalan yang kulalui,
bunyi gemerincing beradu,
menyampaikan salam hangat untuk cintamu.
(Dec 01, 5:09 AM via web)

♥ @unikdl ~ Lelah hati ini menanti jawaban,
betapa mahalnya kata iya bagimu,
hingga suatu waktu terlempar selendang sutera darimu.
(Dec 01, 5:11 AM via web)