Saturday, 21 January 2012

Melintasi 3 in 1

Melintasi 3 in 1//www.pondokrenungan.com


Cerahnya pagi hari memberi harapan
Saat ayam berkokok
Tanda matahari telah mengintip

Satu hal tertanam dibenakku
Disiplin adalah nomor satu
Ketika jam menunjuk setengah tujuh
Suara ojek langganan memanggil
"Ayo...Saatnya bekerja..."

Ada yang menyapa
"Rajin sekali..."
Senyumku mengembang
Sambil menggendong buah hatiku
"Masih ada waktu setengah jam"

Disinilah tempatku berkarya
Berbatas waktu
Pagi...sore...
Semata-mata buat buah hatiku
Kantor pun tanpa atap
Tidak mengenal atasan dan bawahan
Hanya prinsip yang ada
"Saya hanya membantu"
Tertanam dalam hati
Untuk menepis rasa malu

Berbekal lambaian tangan
Dan dua jariku
Selanjutnya...
Mobil kan membawaku
Melintasi 3 in 1

(Untuk penjual jasa 3 in 1 di Jakarta)


Tanggal: 21/01/2012
unikdl
Email: unikdl@gmail.com

Untaian Kata Januari 2012 @KaryaCinta Tweet

♥ @unikdl ~ Hai bunda malam,
aku berikan tumpuan pada kedatanganmu,
enggan aku menapaki pagi,
embun pagi tidak bisa mengganti hadirmu.
(Jan 21, 3:22 AM via Twitter for iPad)

♥ @unikdl ~ Terpesona adalah kata lain dari pemujaan terhadap keindahan,
juga sebagai rasa syukur atas anugerah,
perwujudan rasa bahagia.
(Jan 19, 11:48 PM via Twitter for iPad)

♥ @unikdl ~ Bila terasa panas,
jangan kau sentuh.
Bila terasa dingin,
jangan kau buang.
Berikan sentuhan lembutmu duhai kekasih.
(Jan 19, 11:38 PM via Twitter for iPad)

Wednesday, 4 January 2012

Badai Salju

Badai Salju/www.pondokrenungan.com


Kututup muka ini dengan kedua tanganku
Menjauh dari pusaran
Menghanyutkan segala benda

Hamparan salju memelukku
Lembut bagai kapas
Meski tanpa kehangatan

Perlahan angin bertiup
Semakin kencang
Membawa terbang kapas putih
Bergumpal menarik semua benda
Terhuyung...
Dengan kedua tangan bersilang
Didepan muka siap melawan
Kakipun berdiri kokoh
Bak kuda-kuda seorang pendekar

Meskipun rambut memberontak
Berlari kesana kemari
Kuabaikan dengan mata terkatup
Dengan mulut menahan teriakan
Oh...tolong
Kencang sekali suara dalam hati
Hanya desah terdengar
Kemanakah harus berlari?
Mencari tempat berlindung

Kaki terpaku
Menahan beban diri
Ketika pusaran pun mendekat
Rasa takut kian mencekam
Inikah akhir sebuah cerita?
Ketika tanpa harapan
Dan lelah kaki ini bertahan
Terbawa arus bergelombang
Tiada seorangkun bisa melawan
Hanya terdiam menunggu
Badai salju kan berhenti
Dan membawaku kembali.


Tanggal 04/01/2012
unikdl
Email: unikdl@gmail.com

Monday, 2 January 2012

Perahu di tengah gelombang

Di laut lepas
Pandangan mata terarah
Perahu begeser merapat
Saat gelombang menghantam
Dan perahu terayun bergoncang keras
Menjauhi daratan

Nahkoda berteriak:
"Kendalikan haluan..."
Namun awak kapal ikut berteriak:
"Mana suaramu...tidak terdengar..."
Kembali ombak besar menghantam
Percikan air laut menggenangi buritan
Membuat lantai mudah tergelincir

Suara angin berhembus
Di tengah lautan mencekam
Seolah berharap gelombang selanjutnya
Awak kapal bersiaga
Menunduk ke bawah
Melihat baju nan lusuh
Terpaku pada sebuah kain
Akankah selendang putih ini
Yang kau tautkan saat di pelaminan
Kan utuh ketika kembali pulang