Thursday, 22 December 2011

Bersama pesawatku

Bersama pesawatku/www.pondokrenungan.com

Hentakan kakimu menderu
Menyisakan kabut pekat
Melayang di awan

Mengejar waktu
Pemandangan indah terbentang
Ingin kuambil wajah-wajah
Untuk kuabadikan

Semakin lama semakin kecil
Berubah menjadi awan putih
Dan guratan cahaya
Menjadi batas pelangi

Kau berputar lembut
Seakan ingin terjatuh
Jantungku berdegup
Apakah aku takut?
Kukatakan "Tidak"
Karena Dia bersamaku
Kupandang penuh keindahan
Hingga suatu ketika
Telah tiba waktunya
Mata terkatup.


Tanggal 20/12/2011
Unik D.L.
Email: unikdl@gmail.com

Friday, 16 December 2011

Cita-cita si domba kecil

Cita-cita si domba kecil//www.pondokrenungan.com


Domba kecil berlari...
Menjauh dan menjauh
Dari kawanan domba
Mengapa?
Karena punya cita-cita

Aku ingin menjadi pelukis
Dalam bentangan kanvas ini
Kan kutorehkan tinta emas
'Tuk mengukir namaku
Kan kupoleskan warna merah
Diujung bibir ini
Warna hijau di daun pintu
Warna biru di lautan luas
Warna hitam di gelapnya malam
Warna kelabu di ketinggian
Bertaburkan putihnya awan

Domba kecil bermimpi
Lukisannya dipajang di istana
Berbingkai sutera
Tergantung di dinding menara
Abadi di sana

Domba kecil akhirnya bersuara
Mengagumi lukisannya
Seakan tak seorangpun ada disana
Hanya ada si domba kecil
Dan sang gembala



Tanggal: 11/12/2011
Unik D.L.
Email: unikdl@gmail.com

Sunday, 4 December 2011

Kapan waktunya sampai

Kapan waktunya sampai/www.pondokrenungan.com


Dia berikanku sebuah lilin
Dan sebungkus korek api
Tuk berjalan menuju rumah
Dengan tepukan lembut di bahuku
Dia berpesan padaku
"Pulanglah dan sampai ketemu dirumah
Kuberikan lilin dan korek api sebagi bekal"

Aku tidak tahu jalan pulang
Hanya ada petunjuk
Yang tertutup dalam gelap
Maka kunyalakan lilin
Angin bertiup...
Terkadang pelan dan kadang kencang
Kubuat penutup untuk menjaganya

Perlahan kaki ini melangkah
Banyak bebatuan dan juga lubang
Sering kutersandung
Bahkan jatuh dan berdarah
Aku harus bangun dan berjalan lagi
Bila aku kesepian
Dan takut sendirian
Tiba-tiba dikirimnya teman
Untuk menemaniku dan membantuku

Banyak petunjuk di depan
Dengan semua resikonya
Bebas kumemilih
Dekat maupun jauh
Terjal maupun datar
Tinggi dan rendah
Semua itu pilihan
Tetap bertahan atau menyerah
Juga sebuah pilihan
Namun satu pertanyaanku
Kapan waktunya sampai
Tak seorangpun tahu


Tanggal: 05/12/2011
unikdl
Email: unikdl@gmail.com

Menikmati hari

Menikmati hari/www.pondokrenungan.com


Ada sebuah buku kecil
Tergeletak di lantai
Kelihatan usang
Seakan mengundang
Kuambil...
kubersihkan
Satu menit
Dua menit berlalu
Terhanyut akan sebuah cerita
Seorang anak kecil dan sebuah boneka
Bercanda dan tertawa
Di sebuah rumah kaca
Betapa bahagianya

Sesaat sunyi
Namun bergemuruh dihati
Oh betapa indah
Menjadi anak kecil
Yang lepas bebas
Menikmati hari
Oh bulan
Oh bintang
Sinari malam ini
Agar lebih berarti


Tanggal: 05/12/2011
unikdl
Email: unikdl@gmail.com

Untaian Kata Desember 2011 @KaryaCinta Tweet

♥@unikdl: Gemuruh suaramu memekakkan telingaku,
membuat riuh di dada.
Aku usap lembut dengan harapan tidak berubah menjadi bara api.
(Dec 27, 5:33 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl: Bila terasa panas,
jangan kau sentuh.
Bila terasa dingin,
jangan kau buang.
Berikan sentuhan lembutmu duhai kekasih.
(Dec 27, 5:28 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl: Semerbak harum mewangi bunga melati,
terangkai dalam untaian suci,
melahirkan kabar sukacita bagi sang bumi.
(Dec 26, 4:55 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl Meski mencoba untuk selalu tegar,
jauh di dalam lubuk hati ini,
mencari kasih seorang Ibu, untuk bisa berbagi.
(Dec 22, 3:51 AM via Twitter for BlackBerry®)


♥@unikdl: Pada saat kumelihat senyum manis yang tersungging di bibirmu,
Ibu... ,
serasa sejuk bagaikan aku melihat surga.
(Dec 22, 2:19 AM via Twitter for BlackBerry®)


♥@unikdl: Ada embun di dahimu,
kuusap dengan jari-jariku.
Kupu-kupu mengepakkan sayapnya menyambut datangnya mentari.
(Dec 20, 6:26 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl: Kaki melangkah, dan kuhantam dengan keras,
berharap semua menjadi lepas,
serpihan debu menghapusnya,
lega.
(Dec 20, 6:25 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl Close ~ Semenjak kurasakan cinta,
langit terasa cerah dan semua menjadi indah.
Apakah ini hanya mimpi?
(Dec 15, 11:22 PM via web)


♥@unikdl ~ Satu kata kutuliskan,
seribu beban kulemparkan,
menyatu dalam derap langkah kaki,
berdiri tegap penuh irama.
(Dec 15, 11:18 PM via web)


♥@unikdl ~ Kemanakah kau pergi pangeran cinta?
Apakah tanda mata yang kau sematkan akan terkubur bersama dengan impian?
(Dec 12, 12:09 AM via web)


♥@unikdl ~ Tidak biasa aku untuk tidak menyapamu,
jari ini seakan tidak tahan,
kutuliskan senyuman dan salam kasihku untukmu.
(Dec 08, 10:54 PM via web)


♥@unikdl ~ Ingin aku mendengar suaramu hari ini,
bercerita tentang dua dunia yang terbentang antara kita,
indahnya.
(Dec 08, 4:40 AM via web)

♥ @unikdl ~ Aku bersandar dalam alunan kasihMU yang syahdu,
menenangkan namun tidak memabukkanku.

♥@unikdl ~ Sudah sampai pada suatu perhentian,
aku kan berteduh dan tinggal dalam hatimu.
(Dec 07, 6:19 AM via Twitter for BlackBerry®)


♥@unikdl ~ Jembatan yang begitu panjang,
membentang terhiaskan kabut di siang hari,
menjadi tempat dua pulau bertaut dan saling menyatu.
(Dec 07, 5:26 AM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl ~ Masih terasa berat kaki melangkah,
menyusuri pagi.
kububuhkan tanda di lembaran baru,
sebagai bukti keberadaanku.
(Dec 06, 8:01 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl ~ Satu coretan pena cintamu,
memberikan seribu kekuatan,
untuk bisa membelah gunung,
menggerakkan bulan dan bintang.
(Dec 06, 7:58 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl ~ Selepas hujan sore hari,
kabut malam membelai lembut.
Denting piano menenggelamkan dalam mimpi Tentangmu.
(Dec 06, 7:54 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl ~ Satu coretan pena cintamu,
memberikan seribu kekuatan,
untuk bisa membelah gunung,
menggerakkan bulan dan bintang.
(Dec 06, 3:42 AM via web)


♥@unikdl ~ Seketika terhenyak,
melihat sosokmu di depan mataku.
Dengan gagah melintasi langit biru,
tunggulah diriku di kaki langit.
(Dec 05, 5:34 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl ~ Aku raih bola cintamu,
aku lemparkan tinggi di udara.
Biar sayap-sayap merpati beterbangan
dan menyuapinya dengan lembut.
(Dec 05, 4:04 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl ~ Tatap matamu syahdu seakan menjerat ke dalam pelukan,
bulir-bulir padi yang menguning tertiup angin pun tersenyum melihatnya.
(Dec 04, 10:22 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥ @unikdl ~ Ingin ku urai semua yang berhenti di depan mata,
bolehkah kupinjam pesawat kecilmu,
untuk mengantarku pada sang kekasih.
(Dec 01, 5:05 AM via web)

♥ @unikdl ~ Seketika gelap sudah jalan yang kulalui,
bunyi gemerincing beradu,
menyampaikan salam hangat untuk cintamu.
(Dec 01, 5:09 AM via web)

♥ @unikdl ~ Lelah hati ini menanti jawaban,
betapa mahalnya kata iya bagimu,
hingga suatu waktu terlempar selendang sutera darimu.
(Dec 01, 5:11 AM via web)

Friday, 25 November 2011

Semua patut disyukuri

Semua patut disyukuri/www.pondokrenungan.com

Berat mata ini terbuka
Pagi ini
Cerahnya hari menyilaukan
Banyak hal...ingin kukerjakan sekaligus
Tadi malam
Namun apa yang terjadi dalam lelap
Niat hati tinggalah mimpi

Sekarang harus kukejar hari
Sebagai pengganti yang telah lalu
Tangan berganti kaki
Dengan penuh kesungguhan
Ingin kugandakan pikiran ini
Menjadi lebih dari yang kupunya
Yang pasti
Semua patut disyukuri
Karena masih punya hari
Untuk merangkai dan mengukir mimpi
Memberikan sebuah arti



Unik D.L
Email: unikdl@gmail.com

Thursday, 24 November 2011

Untaian kata @Syair_Pagi Tweet

♠@unikdl: Semerbak harum melati di taman,
terbawa semilir pagi.
Dalam ayunan kulihat,
ngarai hijau membentang,
teduhkan hati.
(Dec 16, 6:12 PM via Mobile Web)

♠ @unikdl: Selamat pagi.
Kubisikkan lembut ditelingamu,
oh bayi manisku.
Lelap nian tidurmu,
hingga pagi pun tak mampu mengusikmu.
(Nov 23,7:09a)

Untaian kata November 2011 @KaryaCinta Tweet

♥ @unikdl ~ Suara dengarkanlah aku,
sampaikan padanya bahwa aku akan menunggu,
hingga bunyi kereta berhenti di teras kota ini.
(Nov 30, 6:24 AM via Twitter for BlackBerry®)


♥@unikdl ~ Pada suatu ketika anak ayam bertanya pada induknya,
adakah madu untuk melepas rasa ini, mama?
(Nov 29, 10:27 PM via Twitter for BlackBerry®)


♥@unikdl ~ Aku ingin menyapamu dengan senyuman wahai bunga-bunga tulip,
bukalah hatimu untuk sebuah hati yang penuh cinta.
(Nov 29, 7:17 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl ~ Ingin aku mendengar gelegar suaramu membangunkanku dari tidur yang panjang,
memberi inspirasi dalam riaknya gelombang.
(Nov 28, 8:10 PM via Twitter for BlackBerry®)


♥@unikdl ~ Malam telah larut,
aku semakin tersudut diantara bebatuan terjal di kaki bukit,
akankah kabut kembali menghangatkanku?
(Nov 28, 7:09 AM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl ~ Aku diukir diatas permadani berwarnakan jingga sebagai tanda cinta,
bertuliskan kata-kata dengan tinta keemasan diatas tahta.
(Nov 28, 6:45 AM viaT witter for BlackBerry®)


♥@unikdl ~ Selamat datang pagi,
telah kau hapuskan mimpi-mimpi,
jadikan nyata di hari yang sejuk ini.
(Nov 27, 10:54 PM via web)


♥@unikdl ~ Terlihat begitu tegar dan kuat,
seakan tidak tersentuh panas terik dan hujan,
meskipun dibalik itu ada tangis tanpa air mata.
(Nov 27, 8:05 AM via Twitter for iPad)


♥@unikdl ~ Tidak akan kubiarkan air matamu membasahi pipi,
katakan apa yang bisa aku lakukan,
oh malaikat kecilku.
(Nov 27, 7:55 AM via Twitter for iPad)


♥@unikdl ~ Saat kudengar suara teduhmu,
setitik air mata meluncur,
aku kira sudah tidak ada lagi.
(Nov 26, 10:57 PM via web)


♥@unikdl ~ Seberkas cahaya jatuh dari langit,
berpendar indah dimatamu,
terpana aku melihat sapaan hangatmu kawan.
(Nov 25, 10:45 PM via web)

♥@unikdl ~ Sambutlah salamku hai matahariku,
menarilah dalam bayang-bayang malam,
tersenyumlah bersama bintang-bintang.
(Nov 25, 7:05 AM via web)


♥@unikdl ~ Dag dig dug hatiku menekan nomormu,
aku tepiskan rasa ragu,
berharap syahdu suaramu sebagai pengobat rindu.
(Nov 25, 5:27 AM via web)


♥ @unikdl ~ Syair lagu cinta didendangkan ribuan malaikat,
menyambut hadirnya anak manusia,
siapakah dia yang minum anggur yang sama?
(Nov 24, 7:50 AM via Twitter for iPad)


♥ @unikdl ~ Berhenti aku menantimu,
kuteriakkan suara sumbangku,
berharap agar matamu tidak berkedip menjadi hijau untuk menghindariku.
(Nov 24, 12:25 AM via UberSocial for BlackBerry)


♥ @unikdl ~ Tatap matamu syahdu,
menyiratkan kelembutan.
Biarkan bunga-bunga mekar di taman,
mekar dan bersemi memberi keindahan.
(Nov 24,7:03a)


♥ @unikdl ~ Suara gemericik air pagi,
tanda kehidupan mulai beranjak,
kusentuh sejukmu dengan senyuman,
selamat datang harapan.
(Nov 22, 11:05 PM via web)


♥ @unikdl ~ Sekejap kupikir kau adalah gelora jiwaku,
bukan sekedar angin surga untukku,
juga bukan sebagai boneka salju mainanku.
(Nov 22, 4:34p)

Sunday, 20 November 2011

Selamat datang di surga

Selamat datang di surga/http://pondokrenungan.com

Seorang pengembara berteduh di bawah pohon
menghindari dari terik matahari
tiupan semilir angin membelainya
membuat rasa kantuk melanda
sesaat dalam mimpinya
bertemu malaikat membawa lilin
berjalan ke sebuah ruangan
ada perayaan besar disana
perayaan apakah itu?

tiba-tiba suara drum dan terompet bergema
setiap orang menari dan bernyanyi
seperti menyambut tamu
manakah tamunya?
semua yang ada di sana bersukacita
membuat penasaran

Tak terasa badan semakin ringan
berjalan mendekati dan semakin mendekati
bergabung dalam ruangan
seperti ada yang menarik ke perayaan
membuat tak tertahankan untuk bergoyang
tiada pikiran
tiada rasa
semua tampak di atas awan
tidak terjangkau oleh hujan
tidak tersentuh oleh embun
gelombang tak berujung
dalam sebuah nyanyian yang merdu
terdengar suara berulang-ulang
mendengar namanya disebut
ya ... benar...
namanya disebut beberapa kali
mereka berkata "selamat datang di surga"
tugasmu sudah selesai
beristirahatlah dalam damai


Tanggal: 21/11/2011
Unik D.L.
Email: unikdl@gmail.com

Monday, 14 November 2011

Kubah diatas kolam

Kubah diatas kolam/http://pondokrenungan.com/isi.php?tipe=Puisi&table=issi&id=1294

Awan berarak
Hitam pekat bersatu
Semakin merata

Perlahan kubaringkan badan
Diatas air yang dangkal
Kubuka, kututup, dan kubuka kembali
Mata seakan terpaku
Pada sebuah kubah di langit

Awan bergandengan
Seakan mengejek
Atau memamerkan busananya

Kubah seakan mau runtuh
Menghilangkan semua yang ada
Menghentikan nafas
Menindih semua makhluk
Seakan ngeri
Tapi tak juga ingin beranjak
Ataupun berlari

Tak terasa
Orang-orang di sekeliling telah pergi
Meninggalkan jejak kaki
Di sekeliling kolam ini

Dingin...
Semilir angin...
Menyapu dedaunan
Menusuk tulang
Mengingatkanku akan kelam
Yang sebentar lagi menghantam

Kuberharap
Rintik hujan segera datang
Menghilangkan jejak
Kubah diatas kolam



Tanggal: 15/11/2011
Unik D.L.
Email: unikdl@gmail.com

Friday, 11 November 2011

Tak semudah yang kukira

Banyak orang duduk disana
Dengan tatapan kosong
Ada yang menelepon,
Mainan handphone,
Menikmati asap rokok
Duduk terdiam
Ada yg menulis
Termenung
Tengok kanan tengok kiri
Tak ada pembicaraan antara mereka
Seperti...ada sesuatu yang ditunggunya

Kulewati beberapa orang
Tanpa permisi
Tanpa basa basi
Kucermati mobil tertutup itu
Tidak ada tanda-tanda
Apakah keliru?...
Kukelilingi...
Barangkali ada yang terbuka
Tempat ku bisa bertanya
Atau barangkali ada tulisan disana
Tiada jua

Di kejauhan
Ada 2 sosok petugas
Muncul secercah harapan
Ku menyapanya
Dengan penuh curiga
Siap-siap saja
Kena pajak tanpa tanda
Ahhh...
Setelah berapa lama
Masih menunggu juga
Ternyata...
Memang tak semudah yang kukira

Friday, 4 November 2011

Tertahan diujung lidah

Tak sebuah kata pun terucap
Bibir ini pun kelu
Hanya dada yang berkecamuk
Ingin kusampaikan
Segala yang tertahan...di ujung lidah

Ada perasaan tidak rela
Sayang
Kecewa
Iba...

Namun di sisi lain
Tak mau tahu
Bukan urusanku
Memangnya siapa...
Toh sudah besar
Harus bisa membedakan
Hal baik dan buruk
Boleh dan tidak boleh

Semakin hari semakin menggelitik
Karena semakin dekat
Di depan mata ini
Sampai kapan bisa ditahan?
Dan haruskah kutahan?
Kata-kataku...
Diujung lidah

Kupersembahkan

'Kupersembahkan lagu ini untuk... Mamaku
Yang menjaga aku
Sampai saat ini

Kunyanyikan lagu ini untuk ... Papaku
Yang membimbing aku
Selama hidup ini

Terima kasih oh Tuhan
Kau berikan kepadaku
Mama dan Papa
Yang sangat kusayangi

Terima kasih Mama Papa
Cintamu kepadaku
Yang tak berubah
Sampai slama-lamanua'

teduh terasa hati ini
Ketika kau nyanyikan lagu ini
Anakku...

Friday, 10 June 2011

Kuambil Saat Teduhku

Selamat pagi Tuhan
sekian lama sudah
kutertidur dalam malam

Dinginnya pagi ini membangunkanku
Ku coba terlelap kembali
Tak berhasil juga...
Ada sesuatu yang mengusikku
Apakah itu?
Kata demi kata perlahan lewat dalam benakku
bagaikan untaian puisi
menggambarkan kegundahan hati
mencari sesuatu yang tak pasti

Berpikir kukembali
beberapa hari yang terlewati
ku merasa seorang diri
mencoba berpegang pada sebatang pohon
yang hampir layu di tepi sungai
satu tangan terayun
mencoba menggapai ranting yang lain
berhasil...
namun siapa yang tahu
kalau rnting itu begitu rapuh
kutemukan akar rumput
terlihat begitu kuat
ketika kugenggam erat
tercabutlah rumput itu
sekaligus beserta akarnya

Hilang akal sudah
tinggal satu-satunya harapan
pada pohon layu ditanganku
kutatap dengan memohon
bertahanlah...
hari ini...
atau tak akan ada lagi
waktu untuk melihat hari
kan kusirami engkau
biar tumbuh tunas
dan akar yang kuat
tuk aku bisa berayun

Seakan tersadar dari mimpi panjang
terduduk...
kupejamkan mata ini
dan...
kuambil saat teduhku



unik
Email: unikdl@gmail.com

Wednesday, 8 June 2011

Makna kerinduan

Makna kerinduan/http://pondokrenungan.com/isi.php?tipe=Puisi&table=issi&id=1280


Seorang pemuda keluar
Seorang diri
Berjalan perlahan
Dengan tatapan terbuang

Beberapa langkah dan berhenti
Termenung sejenak
Perlahan berjalan kembali
Dengan berat hati
Sejuta tanda tanya

Dilihatnya bintang
Tertutup awan hitam
Tiada bulan yang diharapkan
Toek jadi penunjuk jalan
Seandainya saja...
Ada sebuah pelita...
Di tepi jalan

Suara sapa terngiang
Dalam angan-angan
Ada sebuah kerinduan
Berdetak menunggu malam
Terkadang...
Membuat tak kenal waktu
Terkadang...
Memberi rasa tak mampu
Dan terkadang...
Semua serasa hampa
Ohhhh...
Rasa ini menghimpitnya

Dalam doa
Dalam mimpinya
Dibisikkan sebuah harapan
Hari ini...
Ingin kebertemu
Dengan-Nya

Tanggal: 09/06/2011
unik
Email: unikdl@gmail.com

Monday, 6 June 2011

Hapuskanlah dan jadikan putih

http://www.pondokrenungan.com/isi.php?tipe=Puisi&table=issi&id=1277


"Sejauh timur dari barat"
Kau melemparkan semua itu

Sebuah lagu berkumandang
Terdengar sayup di kejauhan
Meski ingin kunyanyikan
Bibir ini terkatup
Mata ini pun tertutup
Malam...
Seakan menenggelamkan semua

Batu kecil kukumpulkan
Setiap harinya
Kusimpan di tempatnya
Apakah itu sebuah koleksi?
Ataukah sebuah karya?
Tak terasa semakin berat
Tak terhitung lagi jumlahnya

Terdengar kembali
"Jauh kedalam tubir laut..."
Telinga ini kenapa masih mendengar
Mengapa terusik?
Teringat apa yang sudah lewat
Perjalanan terasa berat
Mengapa?
Kubuka satu demi satu
Ransel bawaanku
Tertuju pada batu batu kecil
Yang selalu kubilang
"Tidak masalah...
Toh cuma kecil..."
Terkumpullah menjadi besar
Menjadi berat dan hitam

Kubiarkan lagu itu
menyentuh kalbuku
"Betapa besar kasih..."
Harusnya kubuang semua
Batu batu bawaanku
Meskipun kecil dan dipandang indah
Karena Kau berjanji
Meskipun hitam...
Kan menghapuskan semua
Dan menjadikan putih


Tanggal: 24/05/2011
unik
Email: unikdl@gmail.com

Friday, 13 May 2011

Apa yang kau harapkan dariku kawan?

http://www.pondokrenungan.com/isi.php?tipe=Puisi&table=issi&id=1273


Tak sepatah katapun terucap hari ini
Tidak biasanya...
Kemana ku kan bertanya?

Bintang...
Bulan...
Dimanakah kau?
Mana sapamu?
Tidak biasanya malam terlewat
Tanpa cahyamu...
Tanpa candamu...
Kemanakah ku kan bertanya?

Enggan ku bertanya...
"Memangnya kamu siapa?"

Di atas awan dibawah bintang
Permadani merah tertata
Tak kan kutorehkan tinta putih
Menyebut namamu diatas daun
Meskipun ingin
Kutepis jauh-jauh
Hanya kutunggu
Suatu saat...mata itu...
Pasti mencariku
Mata nan sendu
Halus lembut namun tegar
Menyisakan tanda tanya
Apa yang kau harapkan dariku kawan?


Tanggal 12/05/2011
unik
Email: unikdl@gmail.com

Saat sapamu hadir

Saat sapamu hadir//www.pondokrenungan.com

Tak satupun kata bisa kutuliskan
Ahhhhh....
Saat sapamu hadir

Hari berganti hari
Telah kulalui
Saat indah
Saat sunyi
Saat sepi
...

Pagi ini...
Sapamu hadir
Membawa warna
Hilanglah sudah semua
Kata yang telah lama terangkai
Hampa...
Jangan ambil kata kataku
Jangan ambil hariku
Meskipun ini yang kurindu
Ada yang menyapaku...
"Selamat pagi"

Berat jari ini menuliskan
Tak satupun bisa kuucapkan
Apa yang terjadi?
Benarkah ini yang namanya
Jatuh hati
Bukan...
Patah hati
Juga bukan...
Masih punya hati



Tanggal 12/05/2011
unik
Email: unikdl@gmail.com

Wednesday, 27 April 2011

Uluran tanganmu, Bunda

Uluran tanganmu, Bunda/http://pondokrenungan.com

Terbangunku pagi ini
Dari tidur panjang yang indah
Kuingat kembali
Sepenggal mimpi

Secercah cahaya datang
Bersama seorang wanita
Membawa bunga dan mutiara
Diulurkannya bersama senyuman
"Mana yang kau pilih Anakku?"

Bunda...
Bingung aku melihatnya
Bunga memberikan keindahan dan keharuman
Mutiara memberikan keanggunan dan kemewahan
Kulihat bunga...
Dan mutiara...bergantian
Apakah itu yang kuinginkan?
Dan kunantikan?
Aku menggeleng
Bukan...
Bukan dari semua itu

Mataku tertuju pada sebuah tangan
Yang menggenggam bunga dan mutiara
"Kalau boleh memilih...
Kumau uluran tangan itu
Tuk menggenggam dan menuntunku
Selalu..."


Tanggal: 28/04/2011
unik
Email: unikdl@gmail.com

Sunday, 24 April 2011

Di Kalvari Kau menungguku

Di Kalvari Kau menungguku/http://pondokrenungan.com/

Siang itu kegelapan menyelimuti
Sebagai saksi
Anak manusia dikhianati

Hampir separuh perjalanan telah kutempuh
Melewati bukit nan terjal
Kiri dan kanan jurang menganga
Membuat hati tawar
Bercampur ngeri

Lelah dan haus terasa
Beban ini serasa semakin berat
Bolehkah aku beristirahat?
Simon...dimanakah engkau?
Akankah ada Simon dari Kirene
Yang kan membantuku kali ini?

Terik matahari menyengat
Setiap kali aku mengeluh
Mengumpat...
Kapan ku sampai ke puncak?
Berapa lama lagi?
Betapa tersiksanya...

Beban yang kubawa
Ingin kubuang begitu saja
Agar bisa berlari
Melewati bukit ini
Namun...
Ini adalah bekalku
Selama dalam perjalanan
Takkan sampai juga tanpa bekal ini

Kupandang keatas
Kabut hitam pekat
Perlahan memancarkan sinar
Memanggil...
Tuk terus berjalan
Melambaikan tangan...
Tuk mengikuti jalan terjal ini
Memberi secercah harapan
Sebab...
Di puncak Kalvari Kau menungguku


Tanggal: 24/04/2011
unik
Email: unikdl@gmail.com

Thursday, 21 April 2011

Ajari Aku Bapa Mencinta SepertiMu

Ajari Aku Bapa Mencinta SepertiMu/http://www.pondokrenungan.com


Terpana ku menatap wajahmu
Kucari dalam bola mata itu
Tanda bahwa kata-katamu palsu
Lama kuterdiam
Tenggelam dalam alunan terdalam
Ku tak percaya..
Terlihat sebuah hati
Yang rindu menanti

Tertundukku
Ada gundah
Ada duka
Gelisah melanda
Rasa takut itu ada
Tidaaak...
Tidak ingin aku kehilangan

Aku bagaikan batu
Takut terkena air
Yang kan membuatku rapuh
Hancur berkeping-keping
Hingga lebur menjadi satu

Katakan padaku Bapa
Mengapa Engkau mau
Mencinta seperti itu
Ajari aku Bapa
Menjadi sepertiMu


Tanggal: 03/09/2004
Caecilia Unik
Email: do_the_best@lycos.com

Ketika Si Empunya Datang

Ketika Si Empunya Datang/http://www.pondokrenungan.com/

Bumi merekah
bulan dan bintang kian tenggelam
mentari esok kan datang
bersama pekerja-pekerja alam
berjalan beriring di pematang
menuai tanaman di ladang

Tercekat mereka melihat
tanaman tidak lagi memberi buah
hanya daun-daun kering dan sekam
tertebaran...
kemanakah hijaunya dedaunan?
dan buah-buah yang matang?

Dari kejauhan terdengar suara
si Empunya kan menengok tuaian
beranglah Ia melihat semua
kemarahan tak tertahankan
haruskah Ia membakar ladangNya...
sedih...pilu...

Bertanyalah Ia pada para menjaga
mengapa...?
perlahan mereka berkata
'karena semakin tua tanamannya,
bukanlah merunduk,
tetapi mendongak,
sehingga burung dan ngengat memakannya'


Tanggal: 03/06/2004
Caecilia Unik
Email: do_the_best@lycos.com

Aku Punya Sebuah Topeng

Aku Punya Sebuah Topeng/http://www.pondokrenungan.com

Aku punya sebuah topeng
yang menutupi wajahku
indah dan mengkilap topengku
bisa berubah-ubah warnanya
hitam, putih, ataupun kelabu
bisa tipis maupun tebal
kan kulepas kapanpun kumau

Saat dekat menjadi tipis
saat jauh menjadi tebal
tergantung berapa jauh kau berada
itulah yang menjadikan indah
pujian dan decak kagum tak hilang
jadilah suatu kebanggaan

Bila kulepas topengku
aku tidak berani menoleh
maupun menatap kedepan
aku malu....
wajahku penuh dengan debu
caci dan kecewa yang kudengar

Saat topengku tergores...
lecet dan akhirnya rusak
aku harus membayar mahal
namun apa daya
aku harus tetap bertahan

Ketika bertemu Dia di siang hari
tertundukku dengan topengku
hidapanNya itu tak ada arti
Dia bertanya mengapa aku memakainya
kujawab “agar sama dengan mereka”

Dia tawarkan topeng yang indah
“topengKu tidak akan bisa rusak
kan selalu indah bagi siapa saja
Kuberi dengan cuma-cuma
hanya ketekunanmu yang Kuperlu
tak akan ada lagi rasa malu
tidak akan mudah rusak
tiap goresan kan memperindah
hanya saja kau harus bertahan
dari rasa sakit ketika dibuatnya
maukah engkau memakainya?”
Dia tatapku penuh harap

Aku bingung dan bertanya-tanya
mengapa bisa...
terpana aku dibuatNya
ketika Dia berikan wajahNya


Tanggal: 19/05/2004
Caecilia Unik
Email: do_the_best@lycos.com

Adakah Kesempatan dan Ampunan?

Adakah Kesempatan dan Ampunan?/http://www.pondokrenungan.com

(Bagi orang-orang yang telah dipenjara dan bertobat)

Pintu gerbang terbuka perlahan
ucapan selamat jalan serta lambaian
teman senasib sepenanggungan
di tempat yang penuh kebencian

Kaki melangkah tanpa arah
akankah aku kan pulang
membawa serta kenangan
kekecewaan orang orang kusayang

Satu pelajaran berharga kudapat
bahwa yang kulakukan salah dimata mereka
janjiku tuk tak mengulang
dan mau hidup di ladang Tuhan

Pintu demi pintu kuketuk
dengan tekad dan harapan
mandapat pekerjaan tuk hari depan
kesempatan meraih kehidupan

Hanya gelengan dan cibiran
aku tetap salah di mata mereka
ternyata....
tiada arti kata ampunan
hakim dunia lebih kejam
meskipun sudah bertahun-tahun kubayar
mendekam di kamar tahanan
namun apa yang kudapatkan
dunia tidak memberi kesempatan
merekalah sekarang yang memenjarakan
di tempat yang lebih lapang dan luas
adakah kesempatan dan ampunan?


Tanggal: 09/05/2004
Caecilia Unik
Email: do_the_best@lycos.com

Apa yang bisa Kutulis dalam buku harianKu

Apa yang bisa Kutulis dalam buku harianKu/http://www.pondokrenungan.com


Setiap helai rambutmu terhitung
Peluh yang keluar dari tubuhmu terukur
Keluh kesahmu terangkum
Dalam buku harianKu

BukuKu tidak pernah penuh
TintaKu tidak pernah mengering
Menuliskan setiap kata yang terucap
Dari mulutmu
Dari hatimu
Yang tercurah untukKu

Sekian tahun kulihat bukuKu
Tidak satu halaman pun penuh
Hanya di awal...
Dan di akhir...
Itu pun saat kau tidak sibuk

Engkau memang pekerja keras
Dengan gigih kau cari uang
Berangkat pagi pulang malam
Setiap hari...

Dalam benakmu
Memang itu yang harus kau lakukan
Uang bisa membahagiakan
Tapi...dengan begitu,
Apa yang bisa Kutulis dalam buku harianKu


Tanggal: 07/04/2004
Caecilia
Email: do_the_best@lycos.com

Karena Aku Peduli

Karena Aku Peduli/http://www.pondokrenungan.com/


(Kupersembahkan bagi para penyapu jalanan)

Perlahan-lahan tanganku terayun
seikat lidi terombang ambing
beradu dengan puing-puing jalanan
kukumpulkan dan kupeluk dengan kedua tangan
kulemparkan dalam keranjang
setapak demi setapak
setiap hari...
peluh membasahi tubuhku
seragam kuningku menjadi abu-abu
bahkan wajahku serupa debu
orang tak melihatku
hingga aku tak lagi malu
terkadang...
aku termangu
baru saja kuberlalu
ceceran debu-debu kembali bertebaran
seakan percuma yang kulakukan
betapa bersyukurnya
seandainya mereka mau membantu
membuang dalam keranjangku

Ohh..apa daya
besok pagi
kan kubersihkan kembali
karena aku peduli


Tanggal: 19/05/2004
Caecilia Unik
Email: do_the_best@lycos.com

Jangan kecewakan harapan kami

Jangan kecewakan harapan kami/http://www.pondokrenungan.com/

Kemilau rembulan merekah
menerangi malam ini
duduk ku seorang diri
jauh dari keramaian dunia
ku bertanya kepadaNya
siapa yang kan Kau pilihkan untuk kami?
menjadi pemimpin kami?

Kami kaum yang lemah
setiap hari bercanda dengan tanah
tanah kami jadikan permata
agar buah hati kami bisa bersuara
berdiri tegak memandang dunia

Kami ingin dia punya hati
begitu lamanya kami menunggu dan mencari
yang seperti Musa di negeri ini
berani menentang dunia untuk tugas suci
membawa namaMu meraja di seluruh negeri
jangan kecewakan harapan kami.


Tanggal: 07/04/2004
Caecilia
Email: do_the_best@lycos.com

Aku harus tinggal dekat mata air

Aku harus tinggal dekat mata air/http://www.pondokrenungan.com

Berdiri ku di pematang
Melihat di kejauhan alam nan gersang
Air tidak lagi mengalir di ladang
Tanaman di sekitar menatapku penuh kehausan
Seolah meminta tanpa kata-kata

Mereka berdiri seolah enggan
Makan dan minum tanpa harapan
Karena tidak tahu apakah esok kan datang
Menatap kehidupan ini akan kemana
Yang ada hanya badan yang terpanggang

Apa yang bisa kuberi?
Seandainya aku punya...
Aku hanya bisa mematung
Sebagai ilalang aku sedih...
Merasakan apa yang mereka rasakan
Karena sama dengan yang aku rasakan
Kehausan

Ada suatu suara menggema dalam diriku
Kapankah aku tidak akan merasa haus lagi?
Setelah hujankah?
Hujan pun hanya sebentar
Panas terik kan mengeringkanku kembali
Aku berpikir...
Mungkin benar kata orang
Aku harus tinggal dekat mata air


Tanggal: 01/04/2004
Caecilia
Email: do_the_best@lycos.com

Sudah Pantaskah Aku?

Sudah Pantaskah Aku?/http://www.pondokrenungan.com/

Ketika aku mengenal namaMu
dari sahabat yang tidak kutahu
kuterpana
benarkah itu?
dia bilang aku harus memanggilmu Bapa
dia bilang aku harus selalu tersenyum
dia bilang semua ini Engkau yang memberi
dia bilang Engkau selalu temani aku
memang kuakui...
itu Engkau
Sekarangpun aku mengerti
betapa bagiMu aku berarti
betapa Engkau selalu mengasihi
dalam tangisku
dalam tawaku
dalam ceriaku
tidak luput dari perhatianMu
Tapi,
apa yang bisa kuberi?
terkadang aku ingin memberi
sesuatu yang membuatMu tersenyum
sesuatu yang membuatMu tertawa...
Tapi,
apa yang telah kuberi?
sesuatu yang membuatMu tersenyum?
sesuatu yang membuatMu tertawa?
Jadi,
Sudah pantaskah aku disebut anakMu?
Sudah pantaskah aku?


Tanggal: 13/01/2004
Caecilia
Email: do_the_best@lycos.com

Berhenti Pada Keinginan

Berhenti Pada Keinginan/http://www.pondokrenungan.com/

Kubangun pagi ini
Enggan...
Kubuat tanda salibMu
Seperti biasa...
Termenung aku dipintuMu
Ku terpaku...

DihadapanMu aku mengaku
Aku rindu
Toek mengenalMu
Lebih dekat lagi padaMu
Ada waktuku untuk bersamaMu
Di hari ini

Sesal aku akan hari-hari kemarin
Ketika doa yang sama
Keinginan yang sama
Kuungkapkan padaMu
Dan...
Aku melupakannya

Janganlah hari ini
Hidupku...
Hanyalah...
Berhenti pada keinginan


Tanggal: 23/03/2004
Caecilia
Email: do_the_best@lycos.com

Si Tukang Ojek Sepeda

Si Tukang Ojek Sepeda/http://www.pondokrenungan.com


Di ujung jalan ini
sepedaku berhenti
tali kait sudah minta ganti
terduduk kuamati
bekal satu-satunya mencari rejeki

Kulihat sekeliling
mencari tempat berteduh
kuangkat dan kutarik sepedaku
ku nantikan sepi
menuju seberang jalanan

Lama kuberdiam
kupegang uang gopekan di tangan
satu-satunya yang ada di saku
terbayang wajah ibuku
di rumah menunggu

Beranikah aku pulang
tanpa hasil di tangan
apa gunanya tangisan dan keluhan
yang penting aku dan ibuku
bisa makan...

Di ujung jalan ini
tiba-tiba diingatkan
akan kenangan lalu
ketika hidup enggan melaju
menapaki jalan berbatu

Waktu itu...
sebuah uluran tangan
yang lembut dari surga
datang tanpa disangka
menyapa jiwa yang berduka

'Bolehkah aku membantumu?'
teringat kata-kata itu
meluncur sejukkan kalbu
mengangguk ku malu
bersyukur aku padaMu

Itulah awal dari pertemuan
dengan Kekasihku
yang telah kulupakan
karena rasa hina di dada
yang menyandang sebutan
si tukang ojek sepeda


Tanggal: 11/08/2004
Caecilia Unik
Email: do_the_best@lycos.com

Cinta bertabur debu

Cinta bertabur debu http://pondokrenungan.com


Suara bel berbunyi
Pintu terbuka...
Suara langkah kaki...
Yang sudah biasa kudengar
'Aku sudah tidak tahan lagi'
Keluh kesahnya

Seorang gadis muda itu datang
Mencari kekasihnya dalam diam
Ada sesuatu yang menyala di dada
Meluap menunggu terlontarkan
Cincin yang digenggam
Tanda ikatan dua insan
Kini dipertaruhkan

Suatu awal kehidupan telah menyapa
Membuatnya tertegun
Terkesima...
Seharusnya ikatan itu telah sempurna
Ketika mengatakan iya dihadapan Sang Pencipta
Sekarang...
Hanyalah lingkaran bercahaya
Dihadapan seorang laki-laki muda
Terduduk lesu
'Ini yang ku mau'
Bukanlah solusi
Hanyalah kerelaan yang ditunggu
Sebuah kepasrahan untuk menerima
Adakah...?
Ternyata hanyalah...
Cinta bertabur debu
Yang tersebar di dunia





Unik
Email: unikdl@gmail.com

My Flight Delay

My Flight Delay | Authspot

Good night all
excuse the delay of this aircraft.

night wore on
become increasingly soluble
lean
stand
sit
transfixed



lethargic

dreamy eyes
calculate the lines in the ceiling
one two three … endless
suddenly
rang the bell sound

‘ting tong ting tong “
all be readily
two two-lined
sour faces shining again
fatigue is gone
back a glimmer of hope
down the halls
through the empty spaces
open field
cold night air nan
hit the faces in the silent
good night all
excuse the delay of this aircraft
and hopefully good-bye until the goal
…. finally …


Read more: http://authspot.com/poetry/my-flight-delay/#ixzz1KDYSI6JE

You’re in My Heart

You’re in My Heart | Authspot


This morning I say hello

You’re in my heart.


Hi babe…

This morning I say hello

Look at your phone message

If no reply…

I understand…

may be busy

don’t like it

don’t want to reply

not interested

or …

Hopefully your reply soon

I don’t want to disturb you

on your nice day

but …

may I be a part of your day

as your friend

as your daughter

as some one who admire you

as some one that care of you

or as anything what you want

Thought I’m ashamed to admit it

that you’re in my heart



Read more: http://authspot.com/poetry/youre-in-my-heart-2/#ixzz1KDXWx6qI

When The Dreams Come True

When The Dreams Come True | Authspot



I have a dream.


every one have the own dream

in the bottom of heart

to be the best

in career

family

successful

millionaire

famous

big boss

What about my dreams?

yes…my dreams…

to be owner of the company

Great…

that one of them


So many years i kept

no one knows

just me and my heart

now i thinking

when my dream come true

what will happen?

Whether I still alive

without any dreams..?



Read more: http://authspot.com/poetry/when-the-dreams-come-true/#ixzz1KDWf4TzI

High Cholesterol is a Killer

High Cholesterol is a Killer | Authspot


Many people die because of high cholesterol.

who doesn’t like to eat delicious?

off course…i am

hamburgers

french fries

junk food

pizza

quail eggs

squid

chicken egg yolk

pork brains

cow brains

…………..

delicious

but very dangerous…high cholesterol

some times when we looking for eat

the point is delicious

healthy is the second point

are you like that?

if yes…

you have to be more be careful

so many food containing the cholesterol


cholesterol…

the main cause heart disease and stroke


cholesterol…

is a number one killer



Read more: http://authspot.com/poetry/high-cholesterol-is-a-killer/#ixzz1KDWLXglm

My Best Friend

My Best Friend | Authspot


I’m glad you’re here.

When I’m sad

or happy

If I’m in a trouble

You’re here…beside me

I know…

You’re my best friend

You know that I’m introvert

no one close with me…except you

you understand me

we learn together

we walk together

we share everything

our sadness

our happiness

but i can’t share my heart

my love….my feeling…

i know you love him

more than mine

hence…let me go

oh…my lovely friend

don’t be mad

i can’t share more

because…

you’re my best friend



Read more: http://authspot.com/poetry/my-best-friend-57/#ixzz1KDVs6hYf

On My First Date

On My First Date | Authspot


I love you, but …

I graduated senior high school and start to college

I have a new boy friend

white skin, higher and frizz

so cool…

you’re very famous

I’m proud

“Hello…are you ready?”

He pick up me for our first date

Oh…my heart…tremble…

I’m so happy

the world for both of us, the others just ride

unforgettable…and feeling so sad when i remember

you say…:

“would you marry me now?”

Oh no…

difficult to say

I love you, but…sorry I’m engaged



Read more: http://authspot.com/poetry/on-my-first-date/#ixzz1KDVUSctI

100 Years Later

100 Years Later | Authspot

Do you still alive 100 years later?
No, I think. But your grandchildren may be still alive.

100 years later

your grand children may be still alive

yes…may be…

if the world still exist

Global warming happen now

many natural disasters

earthquake, floods, fire

caused by human selfishness

5 cm a year soil layer decreased

500 cm for 100 years decreased


sea level rise…

exploitation not controllable

the weather…unpredictable

waste is not managed well

what happen 100 years later?

whether there is life on earth

or will extinct before…we don’t know

we just try …have to try to prevent



Read more: http://authspot.com/poetry/100-years-later/#ixzz1KDV3KtGs

Who Will Win

Who Will Win | Authspot

You need relax.

relax

You need relax

It just a game

You wake up early every day

to prepare everything

your work…business….activities…

race with time

more time and more time

not enough to meet your needs

like a runner who want to reach the finish first

you compete in your life

You see the finish line in front of there

you run to get it

but when you have already achieved

apparently it is not over yet

you do not fell like a winner

because you will see the other finish line far ahead

you have to run and run again

because you see the others ahead



who will win

you realize?

look at your hand

actual finish line was in the grip of your hand

Read more: http://authspot.com/poetry/who-will-win/#ixzz1KDUhRJ9F

Gone with The Wind

Gone with The Wind | Authspot

Dovee…

Where’re you.

I’m so young when met you



in the little village



beside the river

where you playing with your friend

and take a bath with the rain water



Dovee…

You say your name

you held my hand crossing the river

“don’t worry

and trust me”

you calm me down

“beside me, you save”

you protect me from your friends naughty



twenty years old later

I find you

where’re you

Dovee…

i get an answer

from your best friend

that no one knows since you left this village



Dovee…

You gone with the wind

like a bird in the sky

Good luck Dovee

Tradition…is It Funny?

Tradition…is It Funny? | Authspot

Going home is a tradition…is it funny?

Every year there’s going home tradition.

Where we live or where we stay

We have to return to the place of birth parents.

Going home is a tradition that happened every year

Every one loved and missed his hometown

where ever they live now

where ever they work and stay

in the bottom of their heart missed the hometown

They will to try to take an annual leave from their work

they want recalled a moment about childhood memories

this is already requirement of each person

by car…by bus…by train…by ship…or aeroplane

any cost that will be used

regardless of the sacrifices

will be lived

regardless of the price will not be able to replace the existing complacency

going home…

is it funny?

my hometown…wait for me…


Read more: http://authspot.com/poetry/tradition-is-it-funny/#ixzz1KDSUw6MJ

Little Penguin “Porroro”

Little Penguin “Porroro” | Authspot

Almost every day you’re in my mind

Funny….

ohhh…Little Porroro

The favorite story kids.

You open the day with you’re funny

Like sun shine in the morning

You give us your smile

with your story


Every day on television

My kids like it


she paint you at least 3 times a day

wow…great…


i say…good paint

“Porroro” is your name

every things your action


make me laugh

“Jenmani Anturium” Flower

“Jenmani Anturium” Flower | Authspot

I want to laugh when remember this

Oh my son….

Why you’re like this song

“Jenmani Flower’ in Keroncong melody

I’ll tell you the story

Baby Jenmani…

Who know that it will become a famous flower

The big one is expensive

so many kind of this flower

while it famous, making a lot of people forget

that it just for a while

not forever.

Read more: http://authspot.com/poetry/jenmani-anturium-flower/#ixzz1KDRUrQYC

Living in The Jungle

Living in The Jungle | Authspot


No society and relationship.
So thankful because we have love.

Jungle…

If the human live in the jungle.

Live with animals and plants.

No society.

No relationship with others.

like Tarzan.

in the story.

Who want it?

No one…

Life needs love

If without love…

is like living in the jungle.

so thankful because we have love

we should always keep

in our heart

Read more: http://authspot.com/poetry/living-in-the-jungle/#ixzz1KDR1ukEv

Don’t Let This Feeling Killing Me

Don’t Let This Feeling Killing Me | Authspot

Hurry up the sun …
Should I turned on the fire so the rooster crows to wake you
so I no longer have to wait long
Ooooh morning …
do not let this feeling killing me.

This evening I counted my fingers slowly
hope to asleep soon with soundly
the night changed quickly in the morning
so that everything that exists in the mind can do
all the obstacles in the hearth soon realized
or any result
although occasionally show fear
if things did not go as I had hoped

This heart’s grief
at least I’ve tried
so as not to regret later
do not blame me if I go later
after all this ends
though so I’m not going gracefully
Friend … I wish
so that our dreams become reality
which has become my dream

Hurry up the sun …
Should I turned on the fire so the rooster crows to wake you
so I no longer have to wait long
Ooooh morning …
do not let this feeling killing me

Read more: http://authspot.com/poetry/dont-let-this-feeling-killing-me/#ixzz1KDQUPTel

Don’t Say Anything Before The Time Comes

Don’t Say Anything Before The Time Comes | Authspot

Let in these notes I write deepest message
"Do not say anything before the time comes"

That time we were so young
not yet know what the word means “love”
you are my classmates
who was sitting right behind me
which often borrow my notes
and smiled at me

when the lesson begins
I said: “I must be the best”
I do not want to lose
because I know
There are looked behind me

one thing I remember until now
although I do not know why
cry in my heart
when I heard the singing voice
race in front of the school
it touched my heart
or maybe I was jealous
why?
maybe because I want
you sing it just for me

I really do not understand this feeling
there is hope but also the rejection
I want to follow mom’s advice
but I do not want any scars on his chest
because I was young

I will always remember your smile
I keep my wish in my heart
until eventually it will disappear or become reality
I want to convey this
but no one had the right words
and also there is no courage that I can
let in these notes I write
deepest message
“Do not say anything before the time comes”

Read more: http://authspot.com/poetry/dont-say-anything-before-the-time-comes/#ixzz1KDPl0cTr

Harry Potter

Harry Potter | Authspot

I hear my son crying
In the morning
Why?
He want to be as Harry Potter.

I awoke with a sudden
this pulse racing
when the mind has not merged
eyes are still reluctant to open
voice is that?

Image via Wikipedia

Son crying
“why?” I asked
with my son answered weeping;
I’m dreaming “
“oh … what a dream?” I asked
my son: “I am a Harry Potter”
Me: “Good dream”
my son shook his head, saying:
“I’ve been able to fly using a broom,
so woke up unable to fly again … ‘

“Why?
want to fly? “I said:
“I want to fly with Mom,
drop off and pick up you at work “

Why?
My son continued: “
because I want my mom got home quick
after work every day …
to accompany me to learn. “
“I want to be harry potter …” he shouted.

I smiled
and said: “
Thank you my son … “
you’re always my Harry Potter

Read more: http://authspot.com/poetry/harry-potter-4/#ixzz1KDPSwzrY

I Awaken

I Awaken | Authspot

I went live this life
race against time to keep going
for if I
God here
if not to serve
I awaken
I awaken.

I went live this life
race against time to keep going
for if I
God here
if not to serve
I awaken…
I awaken!!
I made a faithful son
I awaken…
I awaken!!
make me your servant, being pleased

When I’ll sing this song
I remember when miss
until one day
you come say hello
it is very important to me
moment…
as there is no wish to end
to keep the peace
the beginning of my life
when you awaken me

Read more: http://authspot.com/poetry/i-awaken-2/#ixzz1KDPASUFY

Was It Heaven?

Was It Heaven? | Authspot

Surely everyone’s dream
Make people stare
With the fragrance name
throne and the crown
and of course property.

Was it heaven?

When the bell rings
Sign dawn
I spoke to all people
With a smile
Hi world … if you know me?

Clap and laughter accompany
Each step to the top
When the trophy and crown pinned
Accompanied with endless praise
As if the world is ours

The figure of a nobleman
Or statesman
Or the common people
Who would have thought
Visible only sparkling solely

Surely everyone’s dream
Make people stare
With the fragrance name
throne and the crown
and of course property

but …

When I said:
Is it the name of heaven?
When the scent hits?

The answer is …
Maybe that’s paradise.

Read more: http://authspot.com/poetry/was-it-heaven/#ixzz1KDOio16d

My Morning and Evening Walk

My Morning and Evening Walk | Authspot

Marks the coming of the cock crows in the morning.
The church bell tolled six times.
Glimmer of light peering in through the leaves.

Marks the coming of the cock crows in the morning
The church bell tolled six times
Glimmer of light peering in through the leaves
Radiate hope

The roar of motorcycle sound
Horn sounded again and again
Sign of impatience
In order to get to destination

Along with the arrival of hope
I felt the fresh morning on the way
Towards a place where there are challenges
And a must

What is there?
Pressure? Compliments? Censure? Or Competition?
To get what is called the position
Or life?

When the whistle signaled the end days
Bringing new hope amid fatigue
To meet with the heart
Expressed his longing

Although my morning and evening walk
It will not stray from the grip
As long as there is a belief in the chest
To pursue life

Read more: http://authspot.com/poetry/my-morning-and-evening-walk/#ixzz1KDO86uFK

Rain in The Evening

Rain in The Evening | Authspot

Open sky for a moment
a group of birds flying south
leaving the roar
lightning alert
I stood in the desert twilight.

Open sky for a moment
a group of birds flying south
leaving the roar
lightning alert
I stood in the desert twilight
passing from the field workers
carrying hoes carried
crescent at the waist
walk pursued hope
immediately to the destination

Closed already …
umbrella cloud
bodies hit the wind blows
parted leaf
sounds tight
one … two … drizzling rain
increasingly heavy dark …
ah head
I touch and see up
roof was peeled
leaving water spots
wet floor

I ran to find
something I could find
to hold
which every day must prepare
vigil at twilight
before the rain arrives

Read more: http://authspot.com/poetry/rain-in-the-evening-2/#ixzz1KDNbb6nG

Search

Search | Authspot

Every morning I spend some time to ask.

When morning
Before the sun peeked
Browse my way to a new city
The place where I could sit in silence
Kneel in prayer
I said:
“Father … what exactly was I looking for?”
“Why am I here?”

Every morning I spend some time
To ask
No never heard answers
What is less loud screams?
Or because of lack of hearing?
And why
When in the silence
as if no time limit and the desire
that there is only eternity

Drizzle this
The whole body wet
Bringing the good news or sad
All must pass
Straight roads, steep, or winding
Up and down
Until one day I found what I was looking

Read more: http://authspot.com/poetry/search-8/#ixzz1KDMGVz3o

Constriction

Constriction | Authspot

Constriction.
Want I said.
Without the words.

Phone ringing woke me up
Awaken from sleep that only a few moments
I remembered the incident last night
There rebellion
constriction
There is what I want out
Is it anger?
Is it disappointment?
Or distress?

My race pace
Passing through the southern perimeter yogya
I wanted to go home
But it was too late
Imperceptibly
These tears just flowed
Let it go …
If this can reduce the shortness of

Why all the quiet?
Is there a word?
To convey all
What’s going on
No one wanted to say hello
Undemonstrative
Want I said
Without the words

Read more: http://authspot.com/poetry/constriction-2/#ixzz1KDLqs9Ns

You are My Hope

You are My Hope | Authspot

During I was a baby
Holding me in her lap
In the buckle and sung love songs
Calm
I fell asleep
I rang
Hopefully the voice chanting
“My son …”
‘You are my hope “

When I cry
And do not stop
Refusing to strokes
I do not want the buckle
What do I want?
I want to stand
Alone
In my little feet
My Dad
My mother
Holding hands
Smiled at me
Hopefully
Said …
‘Come on, you can do. “
Because
“You are my hope”

Oh God I’m Scared

Oh God I’m Scared | Authspot
I’m scared to meet You… God.

The lamp is still burning

I see on the next
Still no sound
I paused motionless
Staring at the ceiling
Without sound

Is it time?

I do not have the heart

My son …My daughter…

Little …
Depressed
Can I ask for?
Do me!

I still have a future
What should I strive for
Will not willingly let go


Read more: http://authspot.com/poetry/oh-god-im-scared/#ixzz1KDLPzVjO