Sunday, 4 December 2011

Untaian Kata Desember 2011 @KaryaCinta Tweet

♥@unikdl: Gemuruh suaramu memekakkan telingaku,
membuat riuh di dada.
Aku usap lembut dengan harapan tidak berubah menjadi bara api.
(Dec 27, 5:33 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl: Bila terasa panas,
jangan kau sentuh.
Bila terasa dingin,
jangan kau buang.
Berikan sentuhan lembutmu duhai kekasih.
(Dec 27, 5:28 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl: Semerbak harum mewangi bunga melati,
terangkai dalam untaian suci,
melahirkan kabar sukacita bagi sang bumi.
(Dec 26, 4:55 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl Meski mencoba untuk selalu tegar,
jauh di dalam lubuk hati ini,
mencari kasih seorang Ibu, untuk bisa berbagi.
(Dec 22, 3:51 AM via Twitter for BlackBerry®)


♥@unikdl: Pada saat kumelihat senyum manis yang tersungging di bibirmu,
Ibu... ,
serasa sejuk bagaikan aku melihat surga.
(Dec 22, 2:19 AM via Twitter for BlackBerry®)


♥@unikdl: Ada embun di dahimu,
kuusap dengan jari-jariku.
Kupu-kupu mengepakkan sayapnya menyambut datangnya mentari.
(Dec 20, 6:26 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl: Kaki melangkah, dan kuhantam dengan keras,
berharap semua menjadi lepas,
serpihan debu menghapusnya,
lega.
(Dec 20, 6:25 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl Close ~ Semenjak kurasakan cinta,
langit terasa cerah dan semua menjadi indah.
Apakah ini hanya mimpi?
(Dec 15, 11:22 PM via web)


♥@unikdl ~ Satu kata kutuliskan,
seribu beban kulemparkan,
menyatu dalam derap langkah kaki,
berdiri tegap penuh irama.
(Dec 15, 11:18 PM via web)


♥@unikdl ~ Kemanakah kau pergi pangeran cinta?
Apakah tanda mata yang kau sematkan akan terkubur bersama dengan impian?
(Dec 12, 12:09 AM via web)


♥@unikdl ~ Tidak biasa aku untuk tidak menyapamu,
jari ini seakan tidak tahan,
kutuliskan senyuman dan salam kasihku untukmu.
(Dec 08, 10:54 PM via web)


♥@unikdl ~ Ingin aku mendengar suaramu hari ini,
bercerita tentang dua dunia yang terbentang antara kita,
indahnya.
(Dec 08, 4:40 AM via web)

♥ @unikdl ~ Aku bersandar dalam alunan kasihMU yang syahdu,
menenangkan namun tidak memabukkanku.

♥@unikdl ~ Sudah sampai pada suatu perhentian,
aku kan berteduh dan tinggal dalam hatimu.
(Dec 07, 6:19 AM via Twitter for BlackBerry®)


♥@unikdl ~ Jembatan yang begitu panjang,
membentang terhiaskan kabut di siang hari,
menjadi tempat dua pulau bertaut dan saling menyatu.
(Dec 07, 5:26 AM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl ~ Masih terasa berat kaki melangkah,
menyusuri pagi.
kububuhkan tanda di lembaran baru,
sebagai bukti keberadaanku.
(Dec 06, 8:01 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl ~ Satu coretan pena cintamu,
memberikan seribu kekuatan,
untuk bisa membelah gunung,
menggerakkan bulan dan bintang.
(Dec 06, 7:58 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl ~ Selepas hujan sore hari,
kabut malam membelai lembut.
Denting piano menenggelamkan dalam mimpi Tentangmu.
(Dec 06, 7:54 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl ~ Satu coretan pena cintamu,
memberikan seribu kekuatan,
untuk bisa membelah gunung,
menggerakkan bulan dan bintang.
(Dec 06, 3:42 AM via web)


♥@unikdl ~ Seketika terhenyak,
melihat sosokmu di depan mataku.
Dengan gagah melintasi langit biru,
tunggulah diriku di kaki langit.
(Dec 05, 5:34 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl ~ Aku raih bola cintamu,
aku lemparkan tinggi di udara.
Biar sayap-sayap merpati beterbangan
dan menyuapinya dengan lembut.
(Dec 05, 4:04 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥@unikdl ~ Tatap matamu syahdu seakan menjerat ke dalam pelukan,
bulir-bulir padi yang menguning tertiup angin pun tersenyum melihatnya.
(Dec 04, 10:22 PM via Twitter for BlackBerry®)

♥ @unikdl ~ Ingin ku urai semua yang berhenti di depan mata,
bolehkah kupinjam pesawat kecilmu,
untuk mengantarku pada sang kekasih.
(Dec 01, 5:05 AM via web)

♥ @unikdl ~ Seketika gelap sudah jalan yang kulalui,
bunyi gemerincing beradu,
menyampaikan salam hangat untuk cintamu.
(Dec 01, 5:09 AM via web)

♥ @unikdl ~ Lelah hati ini menanti jawaban,
betapa mahalnya kata iya bagimu,
hingga suatu waktu terlempar selendang sutera darimu.
(Dec 01, 5:11 AM via web)

No comments:

Post a Comment