Si Tukang Ojek Sepeda/http://www.pondokrenungan.com
Di ujung jalan ini
sepedaku berhenti
tali kait sudah minta ganti
terduduk kuamati
bekal satu-satunya mencari rejeki
Kulihat sekeliling
mencari tempat berteduh
kuangkat dan kutarik sepedaku
ku nantikan sepi
menuju seberang jalanan
Lama kuberdiam
kupegang uang gopekan di tangan
satu-satunya yang ada di saku
terbayang wajah ibuku
di rumah menunggu
Beranikah aku pulang
tanpa hasil di tangan
apa gunanya tangisan dan keluhan
yang penting aku dan ibuku
bisa makan...
Di ujung jalan ini
tiba-tiba diingatkan
akan kenangan lalu
ketika hidup enggan melaju
menapaki jalan berbatu
Waktu itu...
sebuah uluran tangan
yang lembut dari surga
datang tanpa disangka
menyapa jiwa yang berduka
'Bolehkah aku membantumu?'
teringat kata-kata itu
meluncur sejukkan kalbu
mengangguk ku malu
bersyukur aku padaMu
Itulah awal dari pertemuan
dengan Kekasihku
yang telah kulupakan
karena rasa hina di dada
yang menyandang sebutan
si tukang ojek sepeda
Tanggal: 11/08/2004
Caecilia Unik
Email: do_the_best@lycos.com
No comments:
Post a Comment